PALEMBANG, MUBA – Festival Sriwijaya Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., di kawasan Dekranasda Jakabaring Palembang, Jumat malam (15/05/2026). Mengusung tema “The Ancient Relics of Sriwijaya”, festival tahunan ini kembali menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata unggulan Sumatera Selatan.
Festival Sriwijaya sendiri merupakan agenda budaya terbesar di Sumatera Selatan yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, sejarah, hingga kearifan lokal masyarakat Bumi Sriwijaya. Tahun 2026 ini menjadi momentum istimewa karena Festival Sriwijaya kembali masuk untuk keenam kalinya dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN), sebuah program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang menghimpun event-event terbaik di Indonesia.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nova Arisne, para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan atau yang mewakili, serta sejumlah tokoh budaya dan pelaku seni. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Yayan, S.E., M.M., dan para Pejabat Dikbud Muba yang turut mendampingi rangkaian kegiatan festival budaya tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan pula penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kepada sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Penetapan WBTB tersebut sebelumnya telah melalui sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di Jakarta pada tanggal 5–11 Oktober 2025.
Kabupaten Musi Banyuasin menjadi daerah dengan perolehan sertifikat WBTB terbanyak di Sumatera Selatan dengan menerima lima sertifikat sekaligus. Adapun lima Warisan Budaya Tak Benda asal Musi Banyuasin tersebut meliputi Tari Burung Putih, Tari Ulang-Ulang, Diundai Naik Sialang, Sedakah Rame Kertayu, dan Bakul Tangkal.
Sertifikat WBTB tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., kepada masing-masing perwakilan kabupaten/kota. Mewakili Bupati Musi Banyuasin, sertifikat diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Yayan, S.E., M.M.
Usai menerima penghargaan tersebut, Yayan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan pemerintah pusat terhadap kekayaan budaya Musi Banyuasin.
“Alhamdulillah, ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Musi Banyuasin. Lima Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan ini menjadi bukti bahwa budaya dan tradisi leluhur kita memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelaku budaya, tokoh adat, seniman, akademisi, serta masyarakat yang selama ini terus menjaga dan melestarikan budaya daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengusulan hingga penetapan WBTB ini. Ke depan, kami berharap warisan budaya ini tidak hanya dijaga, tetapi juga dapat dikenalkan lebih luas kepada generasi muda sehingga tetap lestari dan menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.
Yayan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendukung pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari penguatan identitas serta mendukung visi pembangunan daerah “Muba Maju Lebih Cepat”.