Babat Toman, Musi Banyuasin – Komitmen memperkuat hilirisasi komoditas kelapa sawit berbasis koperasi di Kabupaten Musi Banyuasin terus diwujudkan. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) KUD Sejahtera di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (12/8/2026).
Peresmian tersebut dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., serta Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H.
Turut hadir jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, pengurus dan anggota koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan perkoperasian dan industri kelapa sawit di daerah.
Kegiatan peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian agenda selama dua hari yang mengangkat semangat hilirisasi sawit berbasis koperasi. Sebelumnya, pada Selasa (11/8/2026), digelar Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang berlangsung di Opprom Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan peresmian PKS KUD Sejahtera di Kecamatan Babat Toman pada Rabu (12/8/2026). Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang dihasilkan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, *Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin turut ambil bagian melalui Bidang Kebudayaan*. Kehadiran unsur kebudayaan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah di tengah agenda besar pembangunan ekonomi dan hilirisasi di Kabupaten Musi Banyuasin.
*Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin mengirimkan tim seni untuk menampilkan Tari Stabik dan Tari Gending Sriwijaya sebagai tari penyambutan bagi para tamu undangan.*
Penampilan kedua tarian tersebut memberikan nuansa budaya Melayu Sumatera Selatan sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para tamu penting yang hadir dalam kegiatan. Kehadiran seni tradisional juga menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi berjalan beriringan dengan pelestarian identitas dan kebudayaan lokal.
*Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Yayan, S.E., M.M., melalui kesempatan lain menyampaikan bahwa* keterlibatan Bidang Kebudayaan dalam agenda tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap setiap kegiatan strategis pemerintah daerah, sekaligus ruang untuk memperkenalkan seni budaya Muba dan Sumatera Selatan kepada masyarakat luas.
_“Kami sangat mendukung kegiatan yang membawa semangat kemajuan dan pemberdayaan masyarakat seperti Optimalisasi dan hilirisasi sawit berbasis koperasi ini. Dari sisi kebudayaan, kami juga ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya daerah,”_ ujar Yayan.
Menurutnya, penampilan Tari Stabik dan Tari Gending Sriwijaya bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga eksistensi seni tradisional serta memberikan ruang kepada para pelaku seni untuk terus berkarya dan tampil dalam berbagai agenda daerah maupun nasional.
Yayan juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Kebudayaan, untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, koperasi, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin tidak hanya menghasilkan kemajuan di sektor ekonomi, tetapi juga semakin memperkokoh jati diri dan kebudayaan daerah.
Peresmian PKS KUD Sejahtera sekaligus menjadi momentum penting bagi Musi Banyuasin dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah. Dengan penguatan koperasi dan industri pengolahan di tingkat daerah, diharapkan manfaat ekonomi dari sektor perkebunan kelapa sawit dapat semakin dirasakan masyarakat dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin.